Analisis Simpang Tak Bersinyal Menggunakan Software  PTV Vissim Studi Kasus Simpang 4 Gelumbang Jl. Palembang - Prabumulih

Authors

DOI:

https://doi.org/10.71200/jkit.v2i1.335

Keywords:

Intersection Performance, PTV Vissim, Unsignalized Intersection, APILL, Microsimulation.

Abstract

The rapid growth of motor vehicles in Indonesia is often not balanced with adequate road infrastructure, causing congestion at crucial points such as the Gelumbang 4-Arm Intersection, Muara Enim Regency. This.study.aims.to.analyze the existing performance of the Gelumbang 4-Arm Intersection as an unsignalized intersection and evaluate the effectiveness of installing Traffic Lights (APILL) through a microsimulation approach. The method used was a seven-day field survey to collect traffic volume and road geometric data, which was then modeled using PTV Vissim 2023 software. Simulation results for existing conditions show good performance with Level.of.Service (LOS) A, an.average.delay=of 4.93 seconds/vehicle, and an.average.queue.length=of 12.29.meters. Conversely, the APILL installation simulation actually decreased intersection performance to LOS D, with average delay increasing to 46.49 seconds/vehicle and average queue length reaching 68.44 meters. Based on these results, it is concluded that the installation of APILL at the Gelumbang 4-Arm Intersection is not yet necessary. As a recommendation, it is suggested to install warning lights to enhance safety aspects without disrupting the main traffic flow.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfitri, K., & Widodo, W. (2017). Mengubah pemodelan simpang tak bersinyal menjadi simpang bersinyal dengan menggunakan perangkat lunak VISSIM.

Bandi, M. M., & George, V. (2020). Pemodelan mikrosimulasi di VISSIM untuk perbaikan jangka pendek dan panjang pada jaringan jalan Kota Mangalore. Transportation Research Procedia, 48, 2725–2743. https://doi.org/10.1016/j.trpro.2020.08.243

Budiman, A., I. D. E., & M. D. (2016). Evaluasi kinerja simpang bersinyal pada persimpangan Boru di Kota Serang. Jurnal Fondasi, 5(2), 1–11.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (1997). Manual kapasitas jalan Indonesia (MKJI). Direktorat Jenderal Bina Marga.

Espejel-Garcia, D., Saniger-Alba, J. A., Wenglas-Lara, G., Espejel-Garcia, V. V., & Villalobos-Aragon, A. (2017). Perbandingan antara metode kalibrasi manual dan otomatis dalam VISSIM pada jalan tol (Chihuahua, Meksiko). Open Journal of Civil Engineering, 7(4), 539–552. https://doi.org/10.4236/ojce.2017.74036

Fauzy, M. A., Widodo, W., & Muchlisin. (2017). Mengubah pemodelan simpang tak bersinyal menjadi simpang bersinyal menggunakan perangkat lunak VISSIM (Studi kasus: Persimpangan Jalan Kebon Agung, Jalan Gajah Mada dan Jalan Purbaya, Pasar Cebongan, Sleman, Yogyakarta).

Gazder, U., Alhalabi, K., & Alazzawi, O. (2020). Callibration of autonomous vehicles in PTV VISSIM. 3rd Smart Cities Symposium. https://doi.org/10.1049/icp.2021.0752

Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 62 Tahun 1993 tentang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas. (1993). Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Khisty, C. J., & Lall, B. K. (2005). Prinsip-prinsip dasar rekayasa transportasi. Erlangga.

Kučera, T., & Chocholáč, J. (2021). Pengembangan model simulasi logistik kota menggunakan perangkat lunak PTV VISSIM. Transportation Research Procedia, 53, 258–265. https://doi.org/10.1016/j.trpro.2021.02.033

Morlok, E. K. (1991). Dasar-dasar teknik dan perencanaan transportasi. Erlangga.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. (2015). Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Pramono, E. (2021). Analisis kinerja persimpangan tanpa isyarat menjadi persimpangan dengan isyarat menggunakan software VISSIM (Studi kasus: Persimpangan Jl. Williem Iskandar–Jl. Bhayangkara, Medan).

PTV Group. (2023). Panduan PTV VISSIM 2023.

Rahmandika, R., & Widodo, W. (2020). Pemodelan persimpangan tanpa isyarat menjadi persimpangan dengan isyarat menggunakan software VISSIM (Studi kasus: Persimpangan Jalan Agro, Depok, Sleman).

Romadhona, P. J., & Yuliansyah, A. (2018). Perbandingan kinerja simpang yang dikelola oleh petugas tidak resmi dibandingkan dengan simpang tanpa pengaturan dan simpang dengan sinyal (Studi kasus Simpang Kronggahan Sleman).

Romadhona, P., & Chasanah, U. N. (2021). Dampak petugas tidak resmi terhadap lalu lintas di simpang tiga berisyarat di Jl. Kaliurang KM. 8 Yogyakarta. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 5(2), 91–100. https://doi.org/10.29244/jsil.5.2.91-100

Tajudin, & Widodo, W. (2019). Model optimasi persimpangan tanpa isyarat menjadi persimpangan dengan isyarat menggunakan PTV VISSIM: Studi kasus di Simpang Imogiri Barat dan Tritunggal, Yogyakarta, Indonesia. Jurnal Internasional Ingenieri Terpadu, 11(9), 11–25. https://doi.org/10.30880/ijie.2019.11.09.002

Tamin, O. Z. (2003). Rencana dan model transportasi (Edisi ke-2). Penerbit ITB.

Vinayaka, B. R. K. (2016). Model saturasi dan penundaan dalam simulasi mikroskopis menggunakan VISSIM: Sebuah studi kasus. International Journal of Engineering Research & Technology (IJERT), 5(6). https://doi.org/10.17577/IJERTV5IS060790

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Analisis Simpang Tak Bersinyal Menggunakan Software  PTV Vissim Studi Kasus Simpang 4 Gelumbang Jl. Palembang - Prabumulih. (2025). Jurnal Kajian Ilmu Dan Teknologi (JKIT), 2(1), 65-85. https://doi.org/10.71200/jkit.v2i1.335

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)